Senin, 16 Desember 2013

Analisis Novel Ranah 3 Warna
Oleh Haning Sylirana Sri Danthy.A
Judul Buku :  Ranah 3 Warna
Pengarang    : A. Fuadi
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku   :  473 halaman
Tahun Terbit         : Tahun 2011

* Analisis
     Tema Khusus              : Perjuangan dalam meraih cita-cita
     Tokoh dan penokohan     :
Alif :
Pekerja keras : “Pintu kamar pun aku kunci dan sudah berhari-hari aku mengurung diri, hanya ditemani bukut-bukit buku. Bahkan kalau adiku diam-diam mengintip dari balik pintu, aku halau mereka...” (Hal. 296)
Tidak mudah putus asa, ikhlas : “Akhirnya aku memilih untuk ikhlas saja, walau diperlakukan dengan keras. Hari ini aku sibuk sekali karena harus memperbaiki naskah, mengetik ulang, mengantar dan dicoret Bang Togar. Sampai berulang-ulang.”
Selalu bersyukur : “Aku mendapatkan teman yang baik dan pengalaman yang sangat aku impikan sejak dulu. Sudah seharusnya aku selalu bersyukur..” (hal.425)
Sabar dalam menghadapi banyak cobaan : “Surat ini sesungguuhnya mewakili sebuah pelabuhan keberuntungan yang bahagia setelah berkayuh melalui laut penuh badai dan gelombang ganas hanya bermodalkan baju sabar. Man shabara zhafira.” (hal. 348)
Bertawakal : Aku mencoba menghibur diriku. Toh aku telah melakukan usaha diatas rata-rata. Telah pula aku sempurnakan kerja keras dengan doa. Sekarang tinggal aku serahkan pada Tuhan. Aku coba ikhlaskan semuanya. (hal. 28)
Patuh kepada orangtua : “Nak, sudah wa’ang  patuhi perintah Amak untuk sekolah agama, kini pergilah menuntut ilmu sesuai keinginanmu...” kata Amak. (hal.41)
-Randai :
Merendahkan orang lain : “Hmm, kuliah di mana setelah pesantren? Emangnya wa’ang bisa kuliah ilmu umum?  Kan tidak ada ijazah SMA? Bagaimana akan bisa ikut UMPTN?”.(hal.4)
Setia kawan, baik hati, mau menolong : “Lif, kita kan kawan, tinggal saja dulu di sini sampai ketemu kos yang pas.”
“Atau begini saja. Bagaimana kalau gabung saja dengan aku di sini, kita bisa patungan bayar berdua kamar ini.” (hal.62)
Pemarah : “Mana mungkin wa’ang bisa bantu. Ini kan pelajaran Teknik, pasti nggak ngerti!” suaranya meninggi “Tadi diapakan ini? Bertahun-tahun komputer ini tidak pernah rusak!” Tangannya sekarang membuka kap CPU dengan kasar, mencabut beberapa kabel sekali renggut dengan keras.” (hal 168)

-Raisa :
Ramah, penuh senyum, adil : “Dalam pandanganku, Raisa dengan adil membagi perhatia, senyum, dan tawa yang sama kepada cerita aku dan Randai”
Percaya diri : “Acara ditutup dengan Raisa tampil di depan. Seragam jas biru tua semakin menambah aura percaya dirinya yang besar.” (hal. 228)
-Amak :
Baik hati, bijaksana, penyayang : “Nak, sudah wa’ang  patuhi perintah Amak untuk sekolah agama, kini pergilah menuntut ilmu sesuai keinginanmu. Niatkanlah untuk ibadah, insya Allah selalu dimudahkanNya. Setiap bersimpuh setelah salat, Amak selalu berdoa untuk wa’ang,” kata Amak. (hal.41)
-Ayah :
Menepati janjinya : “Alif, ini semua formulir yang harus diisi. Waktu ujian persamaan SMA tinggal 2 bulan lagi. Sekarang tugas wa’ang untuk belajar keras. (hal.6)
Penuh perhatian : “Ayah dan Amak akan doakan dengan sepenuh hati,” kata Ayah menatapku. Tangannya mengusap kepalaku sekilas. (hal.25)
Keras kepala : “Sebetulnya, Pak Mantri Pian sudah menganjurkan Ayah untuk banyak beristirahat, tapi dia tetap juga keras kepala untuk batanggang menonton Piala Eropa bersamaku sampai subuh” (hal.31)
Bijaksana : “Nak, ingat-ingatlah nasihat para orangtua kita. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung jangan lupa membawa nama baik dan kelakuan. Elok-elok di negeri orang. Jangan sampai berbuat salah.” (hal.41)
-Kiai Rais :
Teladan, bijaksana : “...Cobalah bayangkan. Kalian yang dikaruniai bakat hebat dan otak cerdas adalah bak golok tajam yang berkilat-kilat. Kecerdasan kalian bisa menyelesaikan beberapa masalah. Tapi kalau kalian tidak serius, tidak sepenuh tenaga dan niat, maka kaliat tidak akan maksimal, misi tidak akan sampai, usaha tidak akan berhasil, kayu tidak akan patah...”
-Bang Togar :
Berbakat menulis : “Dia bercerita, Togar masih mahasiswa tapi telah menjadi penulis tetap di berbagai media, bahkan menjadi kontributor reguler di kompas.”(hal. 65)
Keras, agak sombong : “Tapi dia sangat keras dan agak sombong. Banyak yang mau belajar menulis sama dia, tapi sering ditolak atau orang itu gagal di jalan.” Kata Mitra berbisik (hal. 66)
-Rusdi :
Percaya diri : “...Tapi kitalah, ya kita, yang sebetulnya berkualitas laki-laki terbaik. Kitalah manusia unggul,”
“ Kita seperti sedang menyamar. Sayang sekali mereka, para gadis, itu tidak tahu. Rugilah mereka. It’s their loss, not ours,” (hal.424)
Mudah bergaul : “Tidak jauh dariku, Rusdi juga sedang berkenalan dengan beberapa orang lain. Tidak butuh waktu lama untuk membuat anak-anak Kanada ini mengrubung Rusdi.”
-Francolin Pepin :
Lucu, murah senyum, baik hati : “Aku kembali tertawa melihat mimiknya, mulut tersenyum lebar, alis terkembang, mata terbelalak. Mungkin aku tidak dapat mitra bahasa Inggris, tapi setidaknya aku mendapat seorang kawan yang baik dan lucu.” (hal. 356)
-Mado :
Baik hati, berhati lembut, penuh perhatian : “Mado, perempuan berambut pirang yang lembut hati ini selalu telaten membakar roti isi omelet yang gurih buat sarapanku. Sering dia berlari-lari tiba-tiba menyusulku yang sudah naik ke sadel sepeda, hanya untuk memasukkan lagi sebungkus biskuit.” ( hal.428)
-Ferdinand :
Banyak berbuat daripada bicara, perhatian, baik hati : “Sedangkan Ferdinand banyak berbuat daripada bicara. Aku pernah bilang harus mengirim artikel setiap minggu ke koran di Bandung. Diam-diam dia menghubungi anak sulungnya, Jeaninne yang sudah bekerja di Quebec City, menanyakan apakan punya komputer yang tidak dipakai.” (hal.429)
Kak Marwan :
Bijaksana : “Tugas kalian adalah sebagai duta muda bangsa di mata orang Kanada. Jadilah cerminan orang Indonesia yang terbaik. Gunakan setiap kesempatan untuk menjadi yang terbaik,” hal.264)
-Wira :
Pemarah, pemberani : “Di kananku, Wira si kera ngalam yang berparas putih ini telah menjelma seperti udang rebus. Merah padam. Matanya tak lepas-lepas menantang telunjuk Jumbo yang menghardiknya.” (hal. 55)
-Agam :
Mudah bergaul, humoris, baik hati, usil : “Agam adalah perekat kami. Dia selalu punya humor heboh untuk diceritakan. Agam suka mengikat sepatu orang lain atau melempat bola kertas untuk mengusili teman yang mengantuk.” (hal.59)
-Memet :
Cinta damai, suka membantu : “Memet juga berbadan subur, tapi kebalikan dari Agam. Dia pecinta damai dan selalu melarang Agam berbuat usil. Kegiatan utama memet adalah sibuk membantu siapa aja. Kalau kami kehausan, dia akan dengan senang hati mengangsurkan botol minum.” (hal. 60)
Latar tempat            :
-Danau maninjau : “Batu sebesar gajah ini menjorok ke Danau Maninjau, dianungi sebatang pohon kelapa yang melengkung seperti busur.” (hal. 1)
-Kamar Alif : Kamarku kini seperti toko barang bekas (hal. 9)
-Kampus : “Kampusku, jurusan Hubungan Internasional, terletak di perbukitan Dago, menempel dengan Dago Tea Huiss.” (hal. 64)
-Depan kos Bang Togar : “Dengan terengah-engah aku sampai juga di depan kos Bang Togar.” (hal. 73)
-Bandung : “Hampir setahun aku di Bandung.” (hal. 83)
-Rumah kos Randai : “Akhirnya aku sampai di rumah kos Randai, sebuah rumah yang terjebak diantara rumah-rumah penduduk di salah satu ujung gang.” (hal.44)
-Maninjau : “Dengan duit pinjaman dari Randai, malam itu juga aku pulang ke Maninjau.” (hal. 86)
-Cibubur :”Begitu menginjakkan si Hitam di gerbang kamp persiapan Cibubur.” (hal. 218)
-Kota Amman : “Begitu satu bus besar kami membelah Kota Amman, Semua mata kami kini terbuka lebar.” (hal. 238)
-Montreal : “Setelah beberapa hari di Montreal, aku mulai berani untuk berjalan-jalan sendiri.” (hal. 261)
-Kanada :”Ternyata berburu di Kanada merupakan sebuah olahraga dan budaya.”

Latar waktu              :
- Setahun Lalu : “Setahun lalu, beliaulah yang datang...” (hal. 5)
- Sudah beberapa minggu :“Sudah beberapa minggu Ayah terserang batuk.” (hal.31)
- Seminggu ini : “Seminggu ini aku rasanya ingin terus mengulum senyum.” (hal. 32)
- Empat tahun lalu : “Empat tahun lalu aku merantau ke Pondok Madani.” (hal. 37)
- Pada suatu pagi : “Pada suatu pagi,Bandung begitu gelap seperti sudah malam.” (hal. 81)
- Hampir setahun : “Hampir setahun aku di Bandung.” (hal. 83)
- Seminggu berlalu : “Seminggu berlalu”. (hal. 209)
- Hari Minggu pagi : “Hari Minggu pagi ini, Mado dan Ferdinand terus mondar mandir di dapur.” (hal. 313)
-Lebih dari setengah jam: “Lebih dari setengah jam, Rusdi melampiaskan kegembiraannya sampai aku iri dengan nasib baiknya ini.” (hal. 362)
-Beberapa bulan : “Tidak terasa sudah beberaoa bulan aku tinggal di tanah berbahasa Prancis ini.” (hal. 420)
-Dalam hitungan bulan :  “Dalam hitungan bulan, pelan-pelan, kami anak-anak Indonesia menjelma menjadi selebriti lokal di Saint-Raymond.” (hal. 433)

Sudut pandang     : orang pertama pelaku utama
 “..Aku duduk di bagian batu yang landai sambil menjuntaikan kaki.”
Gaya Bahasa      : Resmi
Alur                : Campuran ( maju-mundur, maju lagi, mundur lagi)
Alif, lulusan Pondok Madani yang bercita-cita ingin masuk universitas negeri. Ia berjuang sangat keras sampai harus mengulang pelajaran SMA. Akhirnya, ia berhasil masuk UNPAD lewat UMPTN. Banyak rintangan yang ia lalui dalam menempuh hidupnya, apalagi setelah kematian Ayahnya yang membuat Alif hampir putus asa. Tapi buku diarynya semasa di pondok mebuatnya bangkit kembali. Ingatannya kembali ke masa di mana kyai Rais, sosok tauladan Pondok Madani, memberi nasihat dan petuah. Beliau selalu memberi jurus ampuh seperti jurus dua golok dan mantra sakti “man shabara zhafira”. Sejak mengingat mantra itu, Alif selalu dapat menyelesaikan masalahnya yang terus datang. Sampai akhirnya, semua mimpi Alif tercapai. Ia berhasil menginjak tanah Aman, ke Amerika mewakili pelajar Indonesia, menjadi relawan di stasiun TV di Kanada.
Amanat      : Kejarlah mimpi dengan kerja keras yang maksimal, berdoa dan berserah diri kepada Tuhan. Tetap pada  prinsip serta tidak mudah menyerah  adalah kunci menuju  keberhasilan hidup. Dan bersabar lah karna sesungguhnya orang-orang sabra adalah orang-orang yang beruntung.



Rabu, 04 Desember 2013

news

Paul Walker udah belom meninggal belom sii?? 


Kabar meninggalnya Paul Walker yang  sempat membuat semua orang gempar yang menetahui berita ini... namun ada isu juga yang mengatakan bahwa paul dapat di selamatkan... Bagaimana Menurut kalian???

Minggu, 24 November 2013

Kecil Bukan Berarti Tak Mampu
Oleh   Haning Sylirana Sri Danthy.A
Judul Film    : Monster Unversity
Sutradara    : Dan Scanlon
Produser      : Kari Rae
Studio         : Pixar Animation Studio
Tanggal Rilis : 5 Juni 2013 (London)
                     21 Juni 2013 (Amerika)
Durasi         : 103 menit

Film yang mengisahkan tentang dunia monster, dan ada sebuah perusahaan bernama Monter Inc yang merupakan perusahaan energi. Energi ini digunakan untuk menghidupi dunia monster, seperti listrik begitu, energi ini sendiri berasal dari ketakutan anak anak dunia manusia.
           Di film ini akan di ceritakan bagaimana susah senangnya sebuah kehidupan, bagaimana kita bisa menerima ketika kedudukan kita sedang di bawah dan bagaimana caranya kita tidak sombong saat posisi kita berada di paling atas.
Michael “Mike” Wazowski adalah sesosok monster yang berusia sekitar 6 thn dan sedang bersekolah di Frighton Elementary School. Dan pada saat itu sekolahnya mengadakan kunjungan ke Monster Inc, sebuah “perusahaan yang di rancang untuk menakut- nakuti” yang bertujuan untuk memasok Montropolis dengan energi. Di perusahaan tersebut Mike bertemu dengan Frank McCay, ia adalah salah seorang karyawan di perusahaan tersebut. Dan dengan sengang hati Frank memberikan semacam trik bagaimana caranya untuk menjadi scarer, lalu Frank pun mempersilah kan anak-anak tersebut menyaksikan bagaimana bahayanya dunia manusia bagimereka yang masih awam tentang dunia manusia. Karna merasa penasaran Mike mencoba menyelinap disaat Frank akan memasuki dunia manusia. Namun disaat Mike mencoba hal tersebut salah seorang temannya melihatnnya dan melaporkan apa yang Mike lakukan kepada guru mereka. Awalnya Mike melihat Frank meraung, lalu seorang gadis kecil berteriak ketakutan. Saat Frank keluar dari kamar tersebut yang diikuti pula oleh Mike di belakangnya. Saat Frank mengetahui bahwa Mike ikut menyelinap di belakannya, Frank pun  menegur Mike, begitu pula gurunya pun menegur Mike, tapi bukanya merasa takut karana sudah di tegur malah Mike merasa senang dan sejak saat itu ia ingin menjadi scarer ketika ia besar nanti. Lalu beberapa tahun kemudian Mike pun diterima di Monster University yang termasuk Universitas bergengsi itu.
Setelah 13 tahun berlalul Mike yang usdah menjadi mahasiswa mulai mengambil jurusan scaring (menakut-nakuti) di Monster University. Di hari pertama ia memulai kuliahnya, Mike bertemu dan berteman dengan Randall “Randy” Boggs, seorang mahasiswa yang sangat pemalu namun memiliki keinginan untuk menjadi mahasiwa yang populer, tapi ia juga memiliki kesulitan dalam mengendalikan kemampuan kamuflasenya. Lalu pada malamnya disaat Mike sedang asik belajar ia bertemu dengan James P. “Sulley” Sullivan, monster biru yang besar yang arogandan suka berkelakar. Sulley secara tidak sengaja menerobos masuk ke kamar Mike karena mengejar Archie, maskot babi universitas Fear Tech yang merupakan saingan Monster University. Setelah Archie dan Mike saling bersapa, Archie mencuri topi Mike dan kabur. Mike dan Sulley dengan sesegera mungkin mengejar Archie. Dan di saat mereka mengejar Archie, Sulley mengajak Mike untuk bergabung dengan sebuah grup yang bernama Roar Omega Roar (RΩR) gup ini termasuk kedalam grup yang populer di kampus. Mike pun mencoba untuk bergabung, namun perbedaan pendapat dengan Sulley memicu persaingan diantara mereka.
Mereka pun mulai bersaing untuk membuktikan siapa scarer yang lebih baik. Namun, Dean Hardscrabble, ketua jurusan scaring di MU, mengatakan bahwa ia akan mengadakan ujian akhir semester dan disaat itu pula akan ditentukan apakah meraka dapat melanjutkan pendidikan mereka atau tidak. Mike dan Sulley mulai menunjukan persaingan mereka yang ternyata diluar kendali. Akibatnya dean Hardscrabble mengeluarkan Mike dan Sulley dari jurusan Scaring, dan tak hanya itu Sulley pun dikeluarkan dari grup. Karna merasa tidak senang dengan jurusan barunya, Mike memutuskan untuk ikut serta dalam Scare Games yaitu pertandingan fisik untuk menguji kemampuan menakut-nakuti para monster.
Harapan pun mulai muncul saat Mike bergabung dengan grup Oozama Kappa, sebuah grup yang berisikan para monster yang malu-malu dan canggung, termasuk sang pendiri Dan Carlton, Scott “Squishy” Squibbles yang sangat gugup dan pemalu itu, Art yang eksentrik dan memiliki jiwa yang bebas, serta Terri dan Terry Perry walau pun mereka bersaudara namun mereka tetap saja sering bertengkar. Mike yang mendaftarkan Oozama Kappa dalam Scare Games, tetapi ada seusatu yang menjadi kendalnya, mereka kekurangan 1 personil. Mau tak mau Mike mengizinkan Sulley bergabung dengan grupnya dan membuat sebuah kesepakatan dengan Dean Hardscabble bahwa jika mereka mampu memenangkan games tersebut grup mereka akan diizinkan kembali untuk mengikuti kelas scaring, namun jika kekalahan lah hasilnya, Mike akan keluar dari Monster University. Sulley merasa sangat pesimis bahwa grupnya akan memenangkan games ini. Namun sebaliknya Mike merasa sangat optimis untuk memenangkan games ini. Mike pun menawarkan diri untuk jadi pelatih di grupnya sendiri. Sementara itu Randy telah bergabung dengan Roar dan meminta Mike untuk tidak mengajaknya berbicara lagi.
Tanpa disangka-sangka Oozama Kappa sukes melewati tahap pertama. Saat pesta di markas Roar,  mereka mengolok-olok hadirnya Oozama Kappa dan juga mempermalukan mereka di seluruh kampus. Mike pun mengajak grupnya untuk berkunjung secara rahasia ke Monsters, Inc. Mike melakukan ini agar grupnya mengangkat kembali semangatnya yang sudah mulai loyo dan siap menghadapi Roar hingga babak final nanti. Semakin dekat dengan babak final Sulley semkain tidak yakin bahwa Mike adalah scarer yang baik. Sehingga tiba saatnya untuk babak final dilaksanakan, Sulley pun memanipulasi perlengkapan pertandingan agar Mike mampu mencapai skors tertinggi dan dengan cara ini pula agar Oozama Kappa memenangkan pertandingan ini. Namun Mike dapat merasakan keganjalan yang terjadi, ia pun merasa sangat kecewa dasn memutuskan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa susatu saat nanti ia akan menjadi scarer yang baik. Lalu Mike pun menerobos masuk ke pintu lab dan menggunakan pintu baru untuk memasuki kamp musim panas di dunia manusia, namun rencananya tidak berhasil dan ia pun gagal menakut-nakuti anak-anak.
Sulley yang menyadari apa yang telah terjadi memutuskan untuk ikut masuk ke dunia manusia untuk membawa Mike kembali. Setelah menemukan Mike dan emembujukanya untuk kembali , alalu pada saat mereka berniat untuk kembalin namun Dean Hardscrabble menonaktifkan pintunya dan menjebak mereka di dunia manusia. Mike pun sadar bahwa cara satu-satunya yang dapat mengeluarkna mereka dari dunia manusia adalah dengan menghasilkan “energi jeritan” yang cukup untuk membuka kembali pintu tersebut. Mike dan Sulley pun berkerja sama. Mereka menakut-nakuti orang dewasa yang sedang menginvestigasi, dan menghasilkan energi yang cukup untuk emnegmbalikan mereka ke dunia monster. Karena tindakan ini Mike dan Sulley dikeluarkan dari universitas, namun sebelum mereka pergi, Dean Hardscrabble mengakui bahwa aksi yang dilakukan oleh Mike dan Sulley sangat membuatnya terkesan. Lalu mereka memutuskan untyk berkerja sebagai karyawan di ruang surat Monster,Inc. Selang bergantinya waktu mereka pun diangkat menjadi scarer.


                                                          TAMAT

 Kesabaran Tak Berbatas 
                            Oleh  Haning Sylirana Sri D.A

Judul buku             : Ranah 3 warna
Penulis                   :Ahmad Fuadi
                             Penerbit                : PT Gramedia Pustaka     Utama, Jakarta
Cetakan Terbit      : 1
Tebal                    : 496 halaman
Harga                    : Rp.65.000,-




A.   Sinopsis
Novel ini menceritakan tentang kesungguhan seseorang yang ingin membuktikan kepada semua orang bahwa Alif mampu menggapai cita-citanya, walaupun orang-orang sekitarnya menganggap bahawa itu adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi. Alif memiliki mimpi bahwa ia ingin menjadi seperti Habibie dan bersekolah hingga Amerika. Itulah cita-citanya semasa ia masih di sekolah MTsN bersama Randai sahabat karibnya, dan ia juga memiliki tekad akan melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi atau kuliah walaupun ia harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah. Karna di PM (Pondok Madani) tidak mengeluarkan ijazah SMA, setelah itu barulah Alif dapat mengikuti ujian UMPTN. Segala usaha ia kerahkan bahkan melebihi kemampuannya dan semua itu ia lakukan agar dia mampu mendapatkan hasil yang terbaik. Perjuangan keras Alif pun tidak sia-sia sehingga ia lulus masuk Universitas Padjadjaran yang terletak di Bandung dan ia masuk jurusan Hubungan Internasional walau pun bukan Teknik Penerbangan ITB yang di dapatnkannya seperti yang ia harapkan selama ini, tapi justru di sana lah kesuksesannya berawal.
Selama kuliah di Bandung Alif mengalami banyak sekali terpaan masalah yang menerjang, seperti minimnya uang bulanan, walau masih cukup hidup sederhana tapi ia tidak memiliki uang lebih untuk membeli buku tambahan, ditambah pula disaat masa-masa sulitnya itu ia ditimpa masalah lagi dengan kematiannya ayahnya lantaran sakit yang dideritanya selama ini, sempat terpikirkan bahwa ia akan berhenti kuliah dan kembali ke kampung halamannya, membela Ibu dan adik-adiknya, tapi Alif juga merasa bimbang karena telah mengingat perjuangan kerasnya untuk dapat lulus dari UMPTN dan juga ia mengingat nasihat ayahnya untuk terus melanjutkan apa yang telah ia mulai sebelumnya. Tetapi dengan segala masalah yang ia alami dengan susah payah ia lewati Alif berusaha menjadi lebih tegar dan lebih sabar, kekuatan ini muncul karna seketika ia mengingat kata mutuara yang telah ia pelajari saat d PM dulu yaitu “Man Shabara zhafira” yang artinya adalah “Barang siapa yang bersabar maka akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk mengatasi perekonomiannya Alif pun mulai mencari perkerjaan agar ia mampu mencukupi kebutuhan kuliahnya dan juga ingin membantu meringankan beban ibunya di kampung.
Tidak lama bagi Alif untuk menemukan perkerjaan, karena teman-temannya siap membantu, namun perkerjaan itu tidak berlangsung lama karena Alif sempat menderita sakit tifus selama kurang lebih 1 bulan, sehingga perkerjaannya yang terdahulu terpaksa ia hentikan. Alif beralih menjadi penulis yang kebetulan ia menemukan guru yang sayangat pandai dalam urusan menulis dan ia pula merupakan Pimpina Redaksi Kutub yang bernama Bang Togar, Alif pun berusaha agar bisa menjadi murid Bang Togar. Perjuangan Alif pun tidak sia-sia, setelah banyak usaha dan coretan yang didapatkannya, akhirnya tulisannya pun dimuat dimajalah kampus dan berlanjut sampai ke koran Manggala. Melalui menulis itulah dia mendapat hasil yang lebih baik, dan ia mampu mengirimkan uang ke ibunya di kampung.
Keingina Alif untuk belajar sampa ke Amerika pun terwujud dengan adanya program petukaran pelajar yang ia ikuti, dan Alif pun memilih Kanada sebagai negara yang ingin dia kunjungi, di Amerika pun tarjadi proses pembelajaran melalui pekerjaan yang di berikan kepada masing-masing mahasiswa yang ada di sana, selain belajar, mereka pun akan tinggal bersama orang tua angkat mereka selama mereka tinggal di sana. Alif sangat terkesan terhadap negara tersebut, dan bahkan sesampainya Alif tiba di rumahnya yang akan ia tinggali selama ia menjalani pertukaran tersebut ia mendapati Mado dan Franc bersedih karena mereka mendapat surat bahwa program pertukaran pelajar akan selesai dan hanya tersisa 2 minggu lagi untuk Alif tinggal di sana, tidak hanya Mado dan Franc yang sedih setelah membaca surat tersebit Alif pun merasakan hal yang sama. Alif pun berjanji bahwa ia akan kembali ke Kanada setelah beberapa tahun kedepan. Tanpa diduga 11 tahun kemudian Alif menepati janjinya untuk kembali ke Kanada. Alif datang ke Kanada bersama istrinya untuk menepati janjinya kepada orang tua angkatnya itu.




Selasa, 17 September 2013

Assalamualaikum, Saya Haning dan saat ini saya sedang bersekolah di bangku SMA tepatnya di Boarding School, SMA Insan Cendekia Madani. Selamat menikmati sajian postingan nikmat nan lezat dari saya... nice...